Rabu, 02 November 2011

UPAYA PENGEMBANGAN/KIAT MENG-UPGRADE SEKRETARIS PROFESIONAL

1. Latar Belakang Permasalahan
Di zaman ekonomi global dengan tingkat teknologi tinggi, para esekutif menjadi tergantung pada dukungan staf-nya untuk mengontrol sisitem yang baru. Sedangkan kondisi dari para pelaku bisnis adalah menghadapi bebagai tantangan dan berada dalam lingkungan yang serba bersaing. Kondisi demikian membuat para pimpinan perusahaan membutuhkan jasa sekretaris yang lebih handal dan profesional.

Era globalisasi informasi dan kemajuan ilmu pengetahuan teknologi menuntut orang – orang yang menggeluti profesi sekretaris untuk selalu menyesuaikan diri dan memperlebar wawasan. Tingkat kompetensi sekretaris yang kini dimiliki perlu ditingkatkan sehingga terjadi dalam rangka bersaing dengan tenaga- tenaga sekretaris yang tidak mustahil akan didatangkan dari luar.Oleh investor asing yang mempunyai kesempatan untuk berbisnis di Indonesia, dengan kata lain terbentang persaingan yang tajam.

Gejala – gejala yang di butuhkan di atas adalah wajar mengingat demi efisiensi dan efektifitas, ada kecenderungan para pelaku bisnis untuk memanfaatkan tenaga sekretaris secara efisiensi. Kecenderungan ini akan mengakibatkan adanya persaingan yang tajam untuk menduduki jabatan sekretaris.

Dalam era globalisasi, fungsi dan peranan sekretaris semakin dibutuhkan oleh para manajer. Para manajer dalam memanfaatkan waktunya lebih berkonsentrasi pada tugas managerialnya yang penuh tantangan itu dan segala pekerjaan staf didelegasikan kepada sekretarisnya. Sebagai konsekuensi logis sekretaris pun akan menghadapi tantangan yang tidak ringan.

Untuk menghadapi tantangan tersebut tidak ada alternatif lain bagi sekretaris kecuali mengantisipasi situasi yang akan datang dengan mengembangkan diri, melalui kompetensinya dengan cara :
§ Memiliki sikap dan kepribadian yang sesuai dengan posisinya sebagai sekretaris
§ Memiliki berbagai pengetahuan yang menunjang pekerjaannya
§ Terampil dalam memakai alat kantor berteknologi tinggi
§ Terampil dalam mengelola kantor
§ Cakap dalam berhubungan dengan pimpinan dan orang lain
§ Menguasai bahasa asing terutama Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional

Didasari oleh latar belakang permasalahan diatas, maka tugas makalah Pengembangan Diri ini kami beri judul dengan “Upaya Pengembangan / Kiat meng-upgrade Sekretaris Profesional”

2. Permasalahan
Adapun pokok-pokok permasalahan yang diangkat dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
Kurangnya keterampilan seorang sekretaris dalam berkomunikasi secara efektif
Kurangnya kemampuan seorang sekretaris dalam mencari, menginterpretasikan dan memanfaatkan informasi
Tingkat berfikir yang kurang dalam mengidentifikasikan masalah dan pencarian solusi
Kurangnya kemampuan dalam menangani tugas
Kemampuan mengembangkan skill Human Relations
Tanggung jawab dalam bekerja
Kurangnya wawasan atau pengetahuan seorang sekretaris

3. Pembahasan Permasalahan
Sebelum membahas satu-persatu permasalahan yang ada, maka perlu diketahui terlebih sebelum pengertian dari sekretaris itu sendiri.

§ Definisi Sekretaris
Sekretaris berasal dari Bahasa Latin : Secretum yang artinya rahasia
Sekretaris berasal dari Bahasa Inggris : Secret yang artinya rahasia
Berarti Sekretaris adalah orang yang diberi kepercayaan untuk menyimpan rahasia dalam melaksanakan pekerjaannya.

Beberapa definisi lain mengenai sekretaris :
§ Professional Secretaries International (PSI) :
Seorang sekretaris adalah assisten pimpinan yang memiliki keahlian mengurus kantor, menampilkan kemampuan menerima tanggung jawab tanpa diarahkan atau diawasi, berinisiatif dan penuh pertimbangan, serta mengambil keputusan sesuai dengan ruang lingkup wewenang tugasnya.

§ Betty Hutchinson dan Carol Milano :
Seorang Sekretaris adalah seorang professional yang menampilkan aneka macam tanggung jawab tugas kesekretarisan dengan penuh kompetensi, dapat dipercaya dan berkepribadian.

Setelah itu, kemudian akan dibahas masing-masing permasalahan tersebut secara satu persatu :
1. Kurangnya keterampilan seorang sekretaris dalam berkomunikasi secara efektif
Seorang sekretaris setiap harinya berkomunikasi dengan tamu- tamu dengan berbagai tingkatan atau golongan. Untuk itu seorang sekretaris harus mampu berkomunikasi dengan baik dan menguasai bahasa Indonesia dan beberapa bahasa asing dengan baik. Ia pun dituntut untuk memilih kata dan menyususn kalimat secara baik dan jelas, menyenangkan semua pihak yang berkomunikasi dengannya. Untuk meningkatkan kualitas seorang pemimpin harus meningkatkan kuaitas berkomunikasi dengan meningkatkan bahasa yang dimiliki seperti bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya sehingga dapat berkomunikasi dengan tamu- tamu tingkat eksekutif, agar seorang sekretaris mampu membantu pimpinan dalam bernegosiasi .
Adapun kriteria komunikasi yang efektif adalah sebagai berikut :
1. Penerima mengerti atau memahami isi pesan
2. Penerima dapat menerima atau menyetujui isi pesan
3. Penerima mengadakan suatu tindakan (aksi), sesuai dengan yang dikehendaki oleh pengirim.

Kurangnya kemampuan seorang sekretaris dalam mencari, menginterpretasikan dan memanfaatkan informasi
Sekretaris bertugas mencarikan dan menyajikan informasi kepada pimpinanya. Untuk itu ia harus pandai menggali informasi dari berbagai sumber, lalu menginterpretasikan sehingga dapat memiih informasi yang di nilai bermanfaat untuk disajikan kepada pemimpin

Tingkat berfikir yang kurang dalam mengidentifikasikan masalah dan pencarian solusi
Sekretaris yang bekerja secara paripurna harus mampu berpikir untuk mengidentifikasi sebab dan akibat setiap kali menghadapi masalah dan dapat mencari solusinya dengan tepat. Sehingga pimpinan tidak perlu terus menerus menuntun dan membimbing sekretaris, namun cukup mendelegasikan setiap penugasan kepada sekretaris dan sekretaris yang bersangkutan mampu menyelesaikannya secara paripurna.
Pimpinan cukup memberi instruksi kepada sekretaris secara garis besar dan memberi delegasi secukupnya, selanjutnya menjadi tanggung jawab sekretaris untuk menindak lanjuti, termasuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam setiap menyelesaikan tugasnya.

Kurangnya kemampuan dalam menangani tugas
Tugas-tugas sekretaris itu meliputi :
1. Tugas Administrasi
Tugas ini meliputi :
§ Korespondensi
§ Filling
§ Mengambil dan menyalin dikte dari pimpinan
§ Mengurus surat masuk dan surat keluar
§ Travel Arrangements
§ Organize meeting
§ Making appointments
§ Handling all confidential matters

2. Tugas Receptionist
§ Menerima dan menjawab telepon
§ Mencatat pesan-pesan lewat telepon
§ Menerima dan melayani tamu baik yang diharapkan maupun yang tidak diharapkan
§ Mencatat janji-janji untuk pimpinan

3. Tugas Keuangan
§ Mengurus keuangan pribadi pimpinan dengan bank
§ Membayar rekening-rekening, pajak, sumbangan
§ Membuat dan mengelola kas kecil (petty cash)
§ Membuat laporan perjalanan dinas pimpinan

4. Lain-lain
§ Personal matters
§ Monitoring and procuring order
Contohnya : mengecek stock stationary, kertas fax, office supplies, dan lain sebagainya
§ Menterjemahkan
§ General Affair duties
Contohnya : menghitung saldo cuti karyawan, menghitung uang lembur, menghitung uang makan siang.

Seseorang yang tidak memiliki komitmen dalam tugasnya hanya menyelesaikan pekerjaan didasari oleh kataatan pada norma- norma formal yang berlaku, yang mengikat orang untuk melaksanakan tugasnya. Namun apabila pengawasan mengendur atau sangsi tidak diterapkan secara konsisten, maka orang akan cenderung melanggar aturan ataupun menghindari tanggung jawab.
Fungsi sekretaris menuntut mampu bekerja mandiri, bekerja tanpa pengawasan, untuk itu harus memiliki komitmen pada tugas sebagai salah satu cirri sekretaris yang profesional.

Kemampuan mengembangkan skill Human Relations
Kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang sekretaris adalah sebagai berikut :
1. Kemampuan dan keterampilan teknis yang harus dan mutlak dikuasai oleh seorang sekretaris seperti computer, bahasa inggris, shorthand dan filling
2. Kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi
3. Keterampilan penggunaan mesin-mesin kantor (PABX, mesin printer, mesin fotocopy, scanner, mesin fax, dan lain sebagainya).
Oleh karena tugas sekretaris adalah berhubungan dengan berbagai macam individu yang masing-masing berbeda latar belakang, berbeda status sosial, berbeda kepentingan, berbeda kedudukan, maka sekretaris dituntut mampu memahami pihak- pihak yang berhubungan dengannya. Hal yang perlu diperhatikan dalam human relation adalah team work, positif thinking, good remainder, Discrete, dan Tacful.

Penjabarannya adalah sebagai berikut :
1. Team Work : mampu bekerja sama dalam team
à Tidak boleh menganggap diri lebih hebat, meremehkan orang lain, menutup mata pada keberhasilan dan kelebihan orang lain.
2. Positif Thinking
Komponen yang positif pada first impression :
§ Sebut nama lawan bicara Anda
§ Sambut tamu di pintu ruang Anda
§ Tersenyum ketika berjumpa dengan tamu
§ Salam dan mengulurkan tangan
§ Jangan bicara terlalu pesan / keras
§ Tunjukkan keramahan kepada setiap orang
3. Good reminder :
Dalam hal ini lebih tertuju kepada Schedule pimpinan, hari ulang tahun pimpinan, karyawan, dan juga rekan bisnis.
4. Discrete :
à Tidak mudah membicarakan masalah seseorang / perihal yang diketahui kepada orang lain yang tidak berkepentingan
5. Tactful :
à Bijaksana dan berhati-hati dalam memilih kata atau berkomentar saat berhubungan dengan pimpinan ataupun orang lain.

6. Tanggung jawab dalam bekerja
Seorang sekretaris harus memiliki komitmen dan sikap yang dilandasi rasa tanggung jawabpada tugas maka mereka akan menyelesaikan tugas atau pekerjaannya karena merasa terikat pada penyelesaian tugas tersebut, bukan karena terikat pada norma-norma formal, sehingga apabila tidak menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya, mereka akan merasa bersalah dan bukannya takut pada sanksi.
Namun apabila seseorang sekretaris terlalu sering menghindar diri dari tanggung jawab, sikap seperti ini mencerminkan kepribadian yang tidak dewasa, labil, tidak dapat dipegang.
Untuk itu sekretaris harus melatih diri untuk menjadi sekretaris yang penuh tanggung jawab, yang mampu bekerja mandiri, bekerja tanpa pengawasan, bahkan dituntut untuk mampu mengawasi dirinya sendiri.

7. Kurangnya wawasan atau pengetahuan seorang sekretaris
Pada zaman era globalisasi, sekretaris harus mengembangkan diri mengikuti perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi.

Untuk menjadi sekretaris yang profesional harus dapat mengikuti perkembangan zaman sehingga mampu dapat mengatasi perubahan dan dapat bekerja semaksimal mungkin untuk menghadapi dunia kerja seorang sekretaris dengan daya saing yang semakin maju.

Adapun pengetahuan dan wawasan yang harus diketahui oleh seorang sekretaris adalah sebagai berikut :
§ Pengetahuan akan bidang usaha tempat kita bekerja
§ Pengetahuan akan produk dari perusahaan
§ Pengetahuan akan Rekanan bisnis pimpinan
§ Pengetahuan akan pesaing dari perusahaan

Ada banyak cara yang dapat diakukan untuk menambah wawasan dan pengetahuan diantaranya adalah :
§ Banyak membaca dan mengikuti perkembangan dari berita-berita surat kabar dan media elektronik
§ Banyak mengikuti forum, workshop, seminar, pelatihan, kursus, diskusi,
§ Dan juga belajar menuangkan isi pemikiran kita dalam bentuk tulisan

Disamping kecerdasan intelektual, kita juga perlu memperhatikan kecerdasan logika dalam emosi kita, diantaranya yaitu :
§ Meningkatkan profesionalisme kerja dan lingkungan kerja yang nyaman
§ Mampu menggunakan emosi secara efektif untuk mencapai tujuan (pengendalian emosi)
§ Memahami emosi orang lain

Profesionalisme yang berhasil adalah yang secara teknik menguasai pekerjaan dan memiliki kecerdasan emosi yang tinggi:
§ Pengambilan keputusan
§ Kepemimpinan
§ Kepuasan pelanggan
§ Kerjasama dan saling percaya


4. Kesimpulan
Peranan seorang sekretaris adalah sebagai assistant atau tangan kanan pimpinan, pemegang rahasia terbaik dalam perusahaan, sebagai beranda perusahaan, sebagai penghubung pimpinan dengan pihak luar, perawat atau pelindung bagi pimpinan, jadi sangat diperlukan seorang sekretaris yang professional. Kemampuan dan keterampilan teknis harus mutlak dimiliki oleh seorang sekretaris professional untuk segala bidang ilmu. Kemampuan berkomunikasi dan interaksi dengan pimpinan, pihak luar dan juga rekan bisnis merupakan peranan yang sangat penting bagi seorang sekretaris, dia juga harus mempunyai wawasan yang luas untuk dapat bersaing di dunia bisnis. Pada era globalisasi ini, para eksekutif memiliki mobilitas yang tinggi, yang tentu saja menyebabkan peran seorang sekretaris menjadi semakin penting.
Buku Pedoman :
- Pedoman lengkap Kesekretarisan, untuk Sekretaris dan Calon Sekretaris (Ursula Ernawati)
- Menjadi sekretaris Profesional (M. G Hartati Hendarto)
- Aspek-aspek Pokok Pengetahuan Kesekretarisan (Antonius MIntorogo, M.Sc)
- Bahan seminar “Profesionalisme Profesi Sekretaris di Era Globalisasi” (Fanny Rantee)

Doktrin KDRI - Jangan Hanya Malu! (JOWO Version)

Senin, 24 Oktober 2011

Telephone Etiquette

Tips for the Receptionist or Secretary

Telephone TipsPresenting a professional image, both in person and on the telephone, is very important in the Office Skills profession. Taking care of your customers over the telephone and making them feel well informed and appreciated is essential.Whether you are the front office receptionist or an executive secretary, the following phone tips should always be followed.
1. Speak clearly. A picture paints a thousand words but the caller on the other end of the phone can only hear you. They cannot see your face or body language. Therefore, taking the time to speak clearly, slowly and in a cheerful, professional voice is very important.
2. Use your normal tone of voice when answering a call. If you have a tendency to speak loud or shout, avoid doing so on the telephone.
3. Do not eat or drink while you are on telephone duty. Only eat or drink during your coffee break or lunch break.
4. Do not use slang words or Poor Language. Respond clearly with “yes” or “no” when speaking. Never use swear words.
5. Address the Caller Properly by his or her title. (i.e. Good morning Mr. Brown, Good afternoon Ms. Sanders). Never address an unfamiliar caller by his or her first name.
6. Listen to the Caller and what they have to say. The ability to listen is a problem in general but it is very important to listen to what the caller has to say. It is always a good habit to repeat the information back to the client when you are taking a message. Verify that you have heard and transcribed the message accurately.
7. Be patient and helpful. If a caller is irate or upset, listen to what they have to say and then refer them to the appropriate resource. Never snap back or act rude to the caller.
8. Always ask if you can put the caller on hold. If you are responsible for answering multiple calls at once, always ask the caller politely if you may put them on hold. Remember that the caller could have already waited several minutes before getting connected to you and may not take lightly to being put on hold. Never leave the person on hold for more than a few seconds or they may become upset and hang up.
9. Always focus on the call. Try not to get distracted by people around you. If someone tries to interrupt you while you are on a call, politely remind them that you are on a customer call and that you will be with them as soon as you are finished.

Making Calls

Telephone Tips1. Always identify yourself properly. When calling a client or customer, whether in person or when leaving a message, always identify yourself properly by providing your name, company name and contact telephone number. For example, "Good afternoon Mr. Brown, this is Ms. Brown from Officeskills.org. My telephone number is 408-555-1212." Always be aware of confidential information when leaving messages. Also, be aware of people around you while talking on the phone. Be discreet!  Someone next to you might overhear confidential information that could negatively affect your business.
2. Avoid leaving long winded messages. Remember, someone has to listen to your message, write it down and then act upon it. Your message may be just one of many messages that need to be handled. It is often a good habit to write down or type out your message in advance. Keep it brief and to the point.

Sabtu, 22 Oktober 2011

Ahmad Dhani pun muncul kembali di seri 4

Aku cinta Rupiah

Asal Mula Dan Sejarah Rupiah

Komunikan – Pernah kepikiran kalau mata uang Indonesia harus Rupiah? Pastilah pernah kadang tersirat di pikiran. Nahh.. Kali ini mari kita bahas ulasan mengenai asal usul rupiah yang notabene menjadi nama mata uang Indonesia.

Kata “rupiah” berasal dari perkataan “Rupee”, satuan mata uang India. Indonesia telah menggunakan mata uang Gulden Belanda dari tahun 1610 hingga 1817. Setelah tahun 1817, dikenalkan mata uang Gulden Hindia Belanda. Mata uang rupiah pertama kali diperkenalkan secara resmi pada waktu Pendudukan Jepang sewaktu Perang Dunia ke-2, dengan nama rupiah Hindia Belanda. Setelah berakhirnya perang, Bank Jawa (Javaans Bank, selanjutnya menjadi Bank Indonesia) memperkenalkan mata uang rupiah jawa sebagai pengganti.
Mata uang gulden NICA yang dibuat oleh Sekutu dan beberapa mata uang yang dicetak kumpulan gerilya juga berlaku pada masa itu. Sejak 2 November 1949, empat tahun setelah merdeka, Indonesia menetapkan Rupiah sebagai mata uang kebangsaannya yang baru. Kepulauan Riau dan Irian Barat memiliki variasi rupiah mereka sendiri tetapi penggunaan mereka dibubarkan pada tahun 1964 di Riau dan 1974 di Irian Barat.
Krisis ekonomi Asia tahun 1998 menyebabkan nilai rupiah jatuh sebanyak 35% dan membawa kejatuhan pemerintahan Soeharto. Rupiah merupakan mata uang yang boleh ditukar dengan bebas tetapi didagangkan dengan pinalti disebabkan kadar inflasi yang tinggi.
Pernah kepikiran kalau mata uang Indonesia harus Rupiah
Satuan di bawah rupiah
Rupiah memiliki satuan di bawahnya. Pada masa awal kemerdekaan, rupiah disamakan nilainya dengan gulden Hindia Belanda, sehingga dipakai pula satuan-satuan yang lebih kecil yang berlaku di masa kolonial.
Berikut adalah satuan-satuan yang pernah dipakai namun tidak lagi dipakai karena penurunan nilai rupiah menyebabkan satuan itu tidak bernilai penting.
*sen, seperseratus rupiah (ada koin pecahan satu dan lima sen)
*cepeng, hepeng, seperempat sen, dari feng, dipakai di kalangan Tionghoa
peser, setengah sen
*pincang, satu setengah sen
*gobang atau benggol, dua setengah sen
*ketip/kelip/stuiver (Bld.), lima sen (ada koin pecahannya)
*picis, sepuluh sen (ada koin pecahannya)
*tali, seperempat rupiah (25 sen, ada koin pecahan 25 dan 50 sen)
Terdapat pula satuan uang, yang nilainya adalah sepertiga tali.
Satuan di atas rupiah
Terdapat dua satuan di atas rupiah yang sekarang juga tidak dipakai lagi.
ringgit, dua setengah rupiah (pernah ada koin pecahannya)
kupang, setengah ringgit

Wanita pun berkarya

Muda, cantik dan pintar memasak. Lelaki mana yang tidak memimpikan pasangan hidup seperti mereka. Bakat memasaknya, serta latar belakang pendidikannya di bidang kuliner, mengantarkan mereka menjadi celebrity chef di Indonesia. Berikut 5 chef cantik di Indonesia:
Chef Farah Quinn
Farah Fauzan Quinn adalah model, koki dan selebritis Indonesia. Masa kecilnya di Sumatera kerap ia habiskan untuk membantu sang ibu di dapur. Ia mulai dikenal luas setelah memandu acara kuliner Ala Chef di TransTV. Sebelum masuk ke dunia kuliner, Farah melanjutkan kuliah di jurusan Finance di Indiana University Of Pennsylvania, Amerika Serikat. Farah mengakui bahwa dirinya bukanlah tipikal pekerja kantoran. Karena itulah Farah memulai karirnya di “Lydia’s Pittsburgh”, sebuah restoran Italia terkenal di Pittsburgh, Pennsylvania. Ia juga melanjutkan pendidikannya di Pittsburgh Culinary Institute dan mengambil keahlian khusus dalam bidang pastry atau kue-kue.
Setelah lulus, Farah pindah ke Phoenix, Arizona. Ia kemudian bekerja di Arizona Biltmore Resort. Farah juga sempat mengikuti World Pastry Championship dan mendapatkan kesempatan belajar memasak pada Chef Ewald Notter and Colette Peters. Tahun 2005, keberuntungan membawa Farah dalam acara pertemuan G8 di Sea Island Georgia. Di bawah bimbingan Chef James Mullaney, ia menciptakan menu dessert yang spesial. Hidangan penutup itu disajikan untuk beberapa orang seperti Ibu Negara Laura Bush dan delegasi dunia lain. Pada tahun 2005, ia menikah dengan Carson Quinn. Ia dan suaminya kemudian membuka restoran sendiri “Camus” di Phoenix, Arizona. Restoran itu dianugerahi 4 bintang untuk masakan dan juga banyak penghargaan lainnya. Farah memperoleh banyak ketenaran. Gara-gara restorannya, nama Farah mulai tenar. Ia kerap tampil di beberapa koran dan majalah. “Camus” kemudian telah dijualnya.
Chef Marinka

Maria Irene Susanto, kini lebih dikenal dengan nama Ririn Marinka. Wajah cantiknya yang muncul seminggu sekali di acara Cooking Paradise di Trans 7 dan Master Chef Indonesia di RCTI, membuatnya menjadi celebrity chef, istilah yang belakangan ini naik daun. Ketertarikan Marinka di dunia memasak sedah dimulai sejak Ia masih kecil. Untuk mewujudkan cita-cita sebagai koki profesional, ia masuk sekolah kuliner Le Cordon Blue, di Sydney, Australia, dengan speciality French Cuisine & Patisserie. Selama 8 tahun tinggal dan kuliah di jurusan lain di Sydney, Marinka beberapa kali magang di restoran. Sekembalinya ke Indonesia, pada tahun 2005 ia membuka café Warung Telur Ceplok di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan. Sayang, warungnya hanya bertahan 1,5 tahun saja. Namun selepas itu, keberuntungannya terus menghampirinya hingga seperti sekarang ini.
Chef Karen Carlotta

Menjadi seorang ahli masak adalah sebuah cita-cita Chef Karen Carlotta atau biasa dipanggil Chef KC. Sejak kecil, dirinya memang sudah gemar memperhatikan sang mama memasak dan akhirnya belajar memasak. Meski mengaku sudah banyak pengalaman di dunia masak memasak, Chef KC mengaku enggan untuk disandingkan dengan beberapa ahli masak lainnya.
Chef Karen atau KC menceritakan jika dirinya sempat belajar memasak di negeri Singapura. Sejak saat itulah, dirinya memutuskan untuk menseriusi profesi yang kini banyak digandrungi itu.
Chef KC pertama kali naik daun dalam acara Venue di Metro TV, kini dia menggantikan Chef Rinrin Marinka di acara Cooking Paradise di Trans7.
Chef Vindy Lee

Penulis buku berjudul Sexy food ini tadinya bermukim di Los Angels sebagai personel chef. Dua tahun belakangan, Vindy Lee yang kelahiran Jakarta ini kembali ke tanah air untuk berbagai pengalaman memasak. Padahal, Vindy sama sekali tak pernah duduk di sekolah kuliner, bahkan jurusan yang diambilnya di University of Soutern California adalah bidang politik.
Chef Rima

Nama Rima Melati Adams baru dikenal oleh punlik Indonesia setelah wanita cantik ini menikah dengan Marcell Siahaan, 28 Januari 2009 lalu. Dari sekian banyak bakat yang dimiliki Rima, memasak adalah salah satunya. Tak heran, Global TV lantas melirik mantan finalis Miss Singapore Universe 2001 ini untuk memandu acara Kichen Bieb.

Rabu, 19 Oktober 2011

Ayo Vote PULAU KOMODO menjadi 7 Keajaiban Dunia!!!

Ayo Vote Pulau Komodo Jadi 7 Keajaiban Dunia!!!

new 7 wonders of natureCukup sudah Candi Borobudur gagal dalam pemilihan 7 Keajaiban Dunia, kini tinggal satu nominasi untuk kesempatan Indonesia masuk dalam 7 Keajaiban Dunia. Yaitu Pulau Komodo. Untuk update terakhir tanggal 15-JUN-2009 04:00 GMT, Pulau Komodo masih menduduki rangking ke 8 dari 55 nominasi yang masuk kategori Forest, national Parks dan nature reserves dalam New 7 Wonders ini. Makanya jika rangking Pulau Komodo turun atau tidak naik ke dalam rangking 7 besar, pupus sudah harapan Wisata nasional Pulau Komodo masuk dalam 7 Keajaiban Dunia. Dan jika ini gagal, tidak ada lagi milik Indonesia yang masuk dalam 7 Keajaiban Dunia. Makanya ayo dukung Pulau Komodo masuk menjadi nomor 1 dalam New 7 Wonders ini.

Tidak hanya bisa berbangga jika Pulau Komodo masuk 7 keajaiban Dunia, Pulau Komodo akan lebih terkenal dan nantinya akan banyak menarik minat wisatawan asing untuk berkunjung. Dan jika hal itu terjadi, pemasukan devisa Negara pun akan bertambah.

Karena pemilihan ini adalah murni voting secara online, makanya kita wajib untuk berpatisipasi mendukung Pulau Komodo untuk masuk ke dalam 7 Keajaiban Dunia, dengan cara:

silahkan klik di sini atau dengan klik gambar di bawah ini!
klik di sini untuk mendukung pulau Komodo


Pada urutan pertama akan muncul perintah enter your email address, maka silahkan klik “Not yet a New7Wonders Member? Join now!” Setelah anda klik akan muncul formnya dan silahkan isi form tersebut dengan data diri anda! jika perintah di atas sudah anda kerjakan, silahkan kerjakan pada perintah yang kedua yaitu “Choose your seven nominees”, nah pada form ini saatnya anda memilih Pulau Komodo, dengan cara pilih “Choose your nominees by: Categorries” nah karena anda milih berdasarkan kategori, silahkan pilih kategori FOREST, NATIONAL PARKS, NATURE RESERVES (kalau tidak salah kategori ini ada pada urutan ke 5). Nah setelah itu akan muncul disebelahnya pilihan nominasinya. Dan carilah KOMODO NATIONAL PARK (INDONESIA).
Karena kita diharuskan milih 7 nominasi, untuk mengisi urutan ke 2-7 (saran saya) jangan pilih nominasi yang saat ini jadi pesaing berat Pulau Komodo seperti: Puerto Princesa, Amazon, Sundarbans Forest, El Yungue, Bialowieza Forest, Thy National Park, dan Blak Forest yang saat ini nominator-nominator di atas ada pada urutan di atas Pulau komodo. Dan jika nominator-nominator tersebut anda isi pada urutan di bawah Pulau Komodo hal ini akan menambah nilai nominator-nominator pesaing Pulau Komodo tersebut. Terus bagaimana agar hal itu tidak terjadi? Jawabannya adalah dengan mengisi urutan ke 2-7 dengan nominator-nominaor yang saat ini rangkingnya paling bawah/terakhir, silahkan lihat daftarnya di sini.

Nah setelah langkah di atas sudah, silahkan isi “Please enter the letters you see above” dengan kode yang telah tersedia di atasnya. Dan langkah selanjutnya silahkan klik “submit”.

Jika semuanya sudah benar terisi, maka Anda akan mendapat pesan sukses dari new7wonders di email anda. Setelah itu Anda diminta untuk memverifikasi vote anda melalui pesan yang masuk ke dalam email tersebut.

Langkah terakhir ajak teman, saudara, dan semua keluarga anda untuk ikut menvoting Pulau Komodo seperti cara yang telah saya paparkan di atas!!!